Puisi Bunda
“Bunda…”
Dulu, ku hanya manusia suci
Yang tak tahu jadi apa diriku ini
Hingga datang sosok bidadari
Yang mendekap raga ku ini
Yang tak tahu jadi apa diriku ini
Hingga datang sosok bidadari
Yang mendekap raga ku ini
Kau menimangku
Kau Memanjakanku
Hingga ku sebesar ini.
Kau Memanjakanku
Hingga ku sebesar ini.
Bun..
Lihatlah diriku ini
Kini ku telah dewasa
Kini ku telah berpijak
Awalku untuk beranjak
Kini masa depan telah didepan mata
Tak kan kusiasiakan itu semua
Hanya untukmu bunda
Lihatlah diriku ini
Kini ku telah dewasa
Kini ku telah berpijak
Awalku untuk beranjak
Kini masa depan telah didepan mata
Tak kan kusiasiakan itu semua
Hanya untukmu bunda
Bun..
Ku ingin kau disini ada
Temani sepian rasa
Ku ingin kau disini ada
Temani sepian rasa
Senandung merdu mulai bisikiku
Bangunkan jiwa yang rindu
Memelukmu itu yang ku mau
Semua langka-langkaku tak bertepi
Layaknya angan terkurung pelangi
Aku sungguh rindukanmu
Itulah Penantianku
Bangunkan jiwa yang rindu
Memelukmu itu yang ku mau
Semua langka-langkaku tak bertepi
Layaknya angan terkurung pelangi
Aku sungguh rindukanmu
Itulah Penantianku
Pada kala ku mengenangmu
Terasa erat pelukanmu
Walaupun raga telah memelahmu
Namun dirimu selalu dihatiku
Oh bundaa…
Karya: Almas Ainun Nisa
Komentar
Posting Komentar